Diberdayakan oleh Blogger.

Senin, 25 November 2013

Semangat Jayus Bukan Gayus (KeLompok SPP dan UEP UPK Sauyunan)

Gambar

 Panas terik menyusuri jalan sempit untuk mencari seorang bernama Jayus bukan Gayus orang yang terkenal di negeri Indonesia dengan title koruptor. Di temani oleh TIM Verifikasi TIM Sauyunan Kecamatan Bojongsoang Pokja Media dari bulletin Kompak mendatangi sebuah alamat  yang tentu tidak palsu seperti alamatnya Ayu Tingting, untuk bertemu dengan ketua Kelompok UEP Sumber Urip UPK Sauyunan yang bernama Jayus Priyanto, Cigatra RT 02/RW 10 Desa Bojongsoang Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung,  seorang bapak berputras 1 orang kelas 3 SD ini berasala dari kota di Jawa Timur yaitu Pacitan, Wah sekampung dengan Presiden Indonesia dong, mas Jayus menjawab dengan tertawa lebar.

 Alasan Jayus memlikih pinjaman modal dari UPK Sauyunan adalah karena tidak ada jaminan atau anggunan yang memberatkan selain tanggung renteng yang mana Jayus merasa orang rantau tidak mempunyai barang yang berharga untuk di jadikan jaminan seperti pinjam di Bank. Dari tahun 2002 hijrah dari Pacitan mengadu nasib ke Bandung dengan usaha jualan bakso dan kadang untuk mengisi waktu dan menambah penghasilan sang istri berjualan jamu gendong dengan membuat sendiri. Setelah membentuk kelompok UEP Sumber Urip dengan 9 orang rekan usahanya kemudian mengajukan proposal sebesar 10  juta rupiah, sebagai pemula dengan besar pinjaman 500 ribu rupiah.
Dari hasil pinjaman tersebut merasa ada manfaat dan perubahan terutama saat ini kelompok sumber Urip sudah menjadi Pemnfaat yang ke 4 menurut Penuturan TIM Verifikasi Ibu Etty bahwa kelompok yang di ketua Jayus ini selalu membayar angsurannya sebelum jatuh tempo sehingga dapat mengajukan proposal lagi.

Proses penjualan bakso yang diawali dari penggilingan bahan mentah menjadi bakso yang siap di santap para konsumen. Sehari Jayus mengeluarkan modal sebesar 100 ribu rupiah untuk penggilingan kemudian dijual berupa bulatan bakso menghasilkan uang sebesar kurang lebih 500 ribu rupiah berate setiap hari untuk dari penggilingan saja 400 ribu rupiah, sedangkan pada penjualan bakso yang siap saji di kedai bakso bernama Pacipik tepatnya di depan rumah sakit Al Ihsan Bale Endah kurang lebih modal yang disiapkan sebesar 1 Juta 500 ribu rupiah apabila habis terjual mendapatkan uang sebesar kurang lebih 2 juta 500 ribu kadang lebih kalau hari besar. Bisa di bayangkan untung dari penjualan tersebut.

Manfaat modal yang dipinjamkan UPK Sauyunan bagi Jayus sendiri sangat besar, yang tadinya modal yang dimiliki sedikit setelah mendapat pinjaman bergulir jadi bisa memperlancar proses Penggilingan dan penjualan baksonya karena kebutuhan modalnya tidak lagi tersendat. Selain dari itu juga Jayus merasa pelayanan UPK Sauyunan sangat baik selalu ada silaturhmi yang tidak putus. Jadi senang saja gitu  sambil tertawa.

Bagi keluarga Jayus yang jarang mudik ini salalu meyani konsumen dengan baik dan tidak mau kehilangan peluang karena pada saat hari besar misalnya lebaran konsumen semakin meningkat, bapak satu anak ini menuturkan penghasilan dari berjualan bakso di rasa cukup untuk menghidupi keluarganya dengan seorang istri dan seorang anak. Tapi tentu saja mas Jayus mempunyai cita-cita yang lebih tinggi yaitu ingin mengembangkan kedai bakso dengan membuka cabang di tempat lain, hanya saja kembali terbentur pada modal.

Harapan Jayus terhadap UPK Sauyunan yaitu supaya lebih meningkatkan atau menambahkan lagi modal yang di berikan kepada kelompok UEP Sumber Urip jadi seandainya Jayus mengajukan 20 juta rupiah ya bisa di penuhin dengan jumlah tersebut. Dan yang terakhir alangkah labih baik kalau UPK Sauyunan bisa mencarikan tempat untuk membuka cabang kedainya bakso Pacipik.
Sepanjang menceritakn kisahnya Jayus dari awal sampai akhir penuh semangat tanpa mengenal lelah keluarga Jayus terus memproduksi bakso dan rekan-rekannya dengan berbagai usaha mengikuti semangatnya dan dengan kejujuran dan kedisiplinan Jayus akan menjadi contoh bagi usaha ekonomi produktif lain sehingga manfaat PNPM Mandiri Perdesaan bisa merambah keseluruh pelosok desa yang ada di Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung melalui UPK Sauyunan. Aamiin

Penulis : Puji Bambang S





Tidak ada komentar:

Posting Komentar