Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 09 September 2014

Mahasiswa Peternakan Australia sangat tertarik dengan pola ternak Petani di Kec. Cimaung

Tanggal 30 Agustus 2014 hari Sabtu merupakan hari yang istimewa untuk UPK Kecamatan Cimaung Kabupaten Bandung khususnya Desa Cipinang dan Desa Campaka Mulya terutama para pelaku PNPM Mandiri Perdesaan dan masyarakat desa khususnya karena telah mendapat kunjungan dari Kedutaan Besar Australia beserta 10 orang mahasiswa Australia Jurusan Peternakan yang didampingi oleh PSF - Ibu Ani Hamiati dan juga diikuti oleh beberapa wartawan dari Net TV, Pikiran Rakyat, Sindo, dan Sunda Midang. 

Senin, 20 Januari 2014

Pendampingan Kepada Tim Verifikasi

Pendampingan selama ini bisa dikatakan cukup signifikan terhadap verifikasi baik untuk verifikasi proses perguliran kepada kelompok SPP maupun untuk proses verifikasi fisik dan sarana prasarana.

Dari awal tim verifikasi di bentuk berdasarkan aturan dan tupoksi masing-masing, kemudian di berikan pembekalan berupa pelatihan , ojt, ist, praktek langsung di lapangan, keberadaan tim verifikasi kalaupun sifatnya sementara atau add hoc tetapi sangat membantu dalam perjalanan suatu program khususnya PNPM Mandiri Perdesaan.

Tim verifikasi yang awalnya dari masyarakat biasa menjadi sebuah lembaga yang asalnya tidak mengetahui tentang apa-apa sekarang menjadi lebih paham dalam segala hal baik itu menilai, membandingkan, sekaligus sampai dengan memutuskan segala usulan dan masukan dari masyarakat.

Pendampingan Kelompok SPP Jenis Executing

Mendampingi kelompok SPP yang asalnya Chanueling menajdi Executing bukan merupakan tugas yang sangat ringan, mendorong dan membina kelompok lama untuk dapat menjadi executing memerlukan waktu sekitar 3 bulan. Kelompok sasarannya adalah kelompok Ata – Quyah di desa Pangalengan, dengan catatan bahwa kelompok SPP tidak pernah nunggak dan perkembangannya dari kelompok pemula menjadi kuat dan terpantau.

Kelompok Ata –Quyah merupakan Kelompok SPP yang menjadi nasabah / peminjam ke UPK dari tahun 2009 dan sudah memiliki peraturan kelompok, sudah ada pertemuan rutin dan AD-ART kelompok SPP. Perkembangan anggota yang asalnya 10 sekarang menjadi kurang lebih 46 orang.

Hingga saat ini tahapannya dalam pembinaan sudah mencapai verifikasi kelompok SPP Ata Quyah direncanakan pada bulan Januari setelah MAD LPJ UPK akan dilakukan pencairannya. Kelompok SPP Ata quyah sudah memiliki tabungan kelompok sebesar 8 juta rupiah, dikelola dan dikembangkan sendiri oleh kelompok SPP dan aturan yang digunakan mengikuti aturan PNPM MPd.



Penulis : M Witono M FK Pangalengan

PNPM Menjadi Peluang Meningkatkan Kreativitas Anak

Masyarakat Lebak Muncang yang berbatasan dengan kota kecamatan haus akan kemajuan, banak anak-anak ang bermain tanpa arah, mengais tanah , bermain air dan merepotkan orang tua dengan rengekannya. Pada saat PNPM turun ke kecamatan Ciwidey timbul aspirasi masyarakat untuk mengelompokan anak-anak dalam suatu wadah, ternyata PNPM dapat mendanai bangunan dan alat peraga pendidikan dalam dan luar.

           Melalui MMDD dapat di ketahui bahwa dusun 1 memiliki potensi anak-anak pra sekolah yang harus di arahkan dalam wadah pendidikan, ternyata usulan yang berasal dari dusun selanjutnya ke MKP (sekarang MDKP) menghasilkan usulan PAUD yang menjadi prioritas TK Kecamatan sampai saat ini PAUD berdiri megah di lapangan luas dan di penuhi dengan ana-anak pra sekolah yang didik dalam wadah PAUD, bahkan sekarang ada masyarakat yang peduli ingin memperluas bangunan melalui dana lain, sehingga anak-anak usia pra sekolah di Desa Lebakmuncang dapat mengenyam pendidikan, bersosialisasi, bermain terarah dan belajar berhitung dan bernani yang nantina di harapkan menjadi generasi yang optimis dan ceria.

Penulis : Siti Aminah FK Ciwidey

Rabu, 08 Januari 2014

PUSTU RANCAKOLE KECAMATAN ARJASARI

Image

Pembangunan pustu di salah satu desa kecamatan Arjasari merupakan salah satu inovasi pelaku desa dalam merancang pembangunan dengan bentuk – bentuk yang unik dan pemilihan bahan yang lebih efisien namun dari segi estetika dan kekuatan tidak kalah kualitasnya.

Dari hal tersebut dapat terlihat ternyata masyarakat desa mampu membangun lebih dari apa yang tertuang dari RAB atau rencana awal.
Berawal dari perencanaan pembangunan desa rancakole yang membutuhkan fasilitas kesehatan yang jauh lebih memadai dan layak. Pada mulanya desa rancakole yang hanya mempunyai gedung kesehatan yang tidak layak dimana kondisi bangunan awal yaitu bangunan tua dengan kondisi kekuatan bangunan yang mudah rapuh dan lapuk.

Senin, 25 November 2013

Nasi Kuning Sampai Nasi Rames Teh Ina (Kelompok SPP UPK Sauyunan)


Image

Perjalanan Kami teruskan ke salah satu geng sepanjang jalan Bojongsoang RT 03/ RW 02 No. 81, Desa Lengkong Bertanda bertempat Warung Nasi Kuning milik the Nia Rusmiati, 25 Tahun sebagai anggota Kelompok SPP Cempaka 02.Sebelumnya menjadi pemanfaat pinjaman bergulir UPK Sauyunan the Nia dan keluarganya sudah menjalankan usaha warung Nasi Kuning dari tahun 1992 dengan lokasi sangat strategis di tepi gang PGA yang mana konsumernya besar anak sekolak PGA dan mahasiswa IT Telkom selain masyarakat sekitarnya, dengan Warung Nasi PGA 81. Pada tahun 2007 the nia menjadi salah satu kelompok SPP Cempaka 02 kemudian mengajukan proposal pinjaman bersama rekan aneka usaha kecil lainnya, pinjaman awal the nia sebesar 700 rb rupiah. Dari jumlah yang menurut keluargania kecil tersebut tetap ada manfaatnya karena dengan pinjaman tersebut berarti mendapat tambahan modal yang sebelumnya modal modal yang dimiliki kurang untuk memutar uang mulai dari nasi kuning pagi hari sampai nasi rames siang dan sore hari di tambah lagi aneka minuman jus. Sehari jika dirata-rata dengan cara pembelanjaan bahan mentah satu minggu sekali menghasilkan untung bersih kurang lebih 100 ribu rupiah (penuturan ibunda nia) meningkat dari sebelunya walaupun tidak signifikan.

Semangat Jayus Bukan Gayus (KeLompok SPP dan UEP UPK Sauyunan)

Gambar

 Panas terik menyusuri jalan sempit untuk mencari seorang bernama Jayus bukan Gayus orang yang terkenal di negeri Indonesia dengan title koruptor. Di temani oleh TIM Verifikasi TIM Sauyunan Kecamatan Bojongsoang Pokja Media dari bulletin Kompak mendatangi sebuah alamat  yang tentu tidak palsu seperti alamatnya Ayu Tingting, untuk bertemu dengan ketua Kelompok UEP Sumber Urip UPK Sauyunan yang bernama Jayus Priyanto, Cigatra RT 02/RW 10 Desa Bojongsoang Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung,  seorang bapak berputras 1 orang kelas 3 SD ini berasala dari kota di Jawa Timur yaitu Pacitan, Wah sekampung dengan Presiden Indonesia dong, mas Jayus menjawab dengan tertawa lebar.

Rabu, 06 November 2013

MATA AIR CINAGREG, Impian masyarakat “Air mengalir dari hilir ke hulu”


1 
Air merupakan kebutuhan pokok dari setiap kehidupan Manusia , Mata Air di Zaman sekarang ini jarang ditemui dan bahkan nyaris langka beriring dengan bergantinya Zaman

Di Desa Ciherang Kecamatan Nagreg kabupaten Bandung Terdapat sumber Mata Air yang sangat Besar dari semenjak jaman dahulu hingga kini masih ada, tinggal perlu perhatian pemerintah dan masyarakat untuk melestarikan supaya mata air tersebut tidak punah. Nama Mata Air tersebut dikenal dengan sebutan “Mata Air Cinagreg” bahkan menurut sejarah nama  Daerah Nagreg kabupaten Bandung Berasal dari nama sumber Mata Air yang terletak di jalan cagak desa Ciherang.

Sumber Mata Air Cinagreg mempunyai debit Air yang sangat besar sehingga pemanfaatnya menjangkau 3 (tiga) desa, yaitu : Desa Ciherang sebagai titik Mata Air dan 2 (dua) desa, desa Ciaro Kecamatan Nagreg dan  desa Simpen kabupaten Garut sebagai Desa Pemanfaat dari Mata Air Cinagreg