Pendampingan selama ini bisa dikatakan cukup signifikan terhadap verifikasi baik untuk verifikasi proses perguliran kepada kelompok SPP maupun untuk proses verifikasi fisik dan sarana prasarana.
Dari awal tim verifikasi di bentuk berdasarkan aturan dan tupoksi masing-masing, kemudian di berikan pembekalan berupa pelatihan , ojt, ist, praktek langsung di lapangan, keberadaan tim verifikasi kalaupun sifatnya sementara atau add hoc tetapi sangat membantu dalam perjalanan suatu program khususnya PNPM Mandiri Perdesaan.
Tim verifikasi yang awalnya dari masyarakat biasa menjadi sebuah lembaga yang asalnya tidak mengetahui tentang apa-apa sekarang menjadi lebih paham dalam segala hal baik itu menilai, membandingkan, sekaligus sampai dengan memutuskan segala usulan dan masukan dari masyarakat.
Senin, 20 Januari 2014
Pendampingan Kepada Tim Verifikasi
Pendampingan Kelompok SPP Jenis Executing
Mendampingi kelompok SPP yang asalnya Chanueling menajdi Executing bukan merupakan tugas yang sangat ringan, mendorong dan membina kelompok lama untuk dapat menjadi executing memerlukan waktu sekitar 3 bulan. Kelompok sasarannya adalah kelompok Ata – Quyah di desa Pangalengan, dengan catatan bahwa kelompok SPP tidak pernah nunggak dan perkembangannya dari kelompok pemula menjadi kuat dan terpantau.
Kelompok Ata –Quyah merupakan Kelompok SPP yang menjadi nasabah / peminjam ke UPK dari tahun 2009 dan sudah memiliki peraturan kelompok, sudah ada pertemuan rutin dan AD-ART kelompok SPP. Perkembangan anggota yang asalnya 10 sekarang menjadi kurang lebih 46 orang.
Hingga saat ini tahapannya dalam pembinaan sudah mencapai verifikasi kelompok SPP Ata Quyah direncanakan pada bulan Januari setelah MAD LPJ UPK akan dilakukan pencairannya. Kelompok SPP Ata quyah sudah memiliki tabungan kelompok sebesar 8 juta rupiah, dikelola dan dikembangkan sendiri oleh kelompok SPP dan aturan yang digunakan mengikuti aturan PNPM MPd.
Penulis : M Witono M FK Pangalengan
PNPM Menjadi Peluang Meningkatkan Kreativitas Anak
Masyarakat Lebak Muncang yang berbatasan dengan kota kecamatan haus akan kemajuan, banak anak-anak ang bermain tanpa arah, mengais tanah , bermain air dan merepotkan orang tua dengan rengekannya. Pada saat PNPM turun ke kecamatan Ciwidey timbul aspirasi masyarakat untuk mengelompokan anak-anak dalam suatu wadah, ternyata PNPM dapat mendanai bangunan dan alat peraga pendidikan dalam dan luar.
Melalui MMDD dapat di ketahui bahwa dusun 1 memiliki potensi anak-anak pra sekolah yang harus di arahkan dalam wadah pendidikan, ternyata usulan yang berasal dari dusun selanjutnya ke MKP (sekarang MDKP) menghasilkan usulan PAUD yang menjadi prioritas TK Kecamatan sampai saat ini PAUD berdiri megah di lapangan luas dan di penuhi dengan ana-anak pra sekolah yang didik dalam wadah PAUD, bahkan sekarang ada masyarakat yang peduli ingin memperluas bangunan melalui dana lain, sehingga anak-anak usia pra sekolah di Desa Lebakmuncang dapat mengenyam pendidikan, bersosialisasi, bermain terarah dan belajar berhitung dan bernani yang nantina di harapkan menjadi generasi yang optimis dan ceria.
Penulis : Siti Aminah FK Ciwidey
Rabu, 08 Januari 2014
PUSTU RANCAKOLE KECAMATAN ARJASARI
Pembangunan pustu di salah satu desa kecamatan Arjasari merupakan salah satu inovasi pelaku desa dalam merancang pembangunan dengan bentuk – bentuk yang unik dan pemilihan bahan yang lebih efisien namun dari segi estetika dan kekuatan tidak kalah kualitasnya.
Dari hal tersebut dapat terlihat ternyata masyarakat desa mampu membangun lebih dari apa yang tertuang dari RAB atau rencana awal.
Berawal dari perencanaan pembangunan desa rancakole yang membutuhkan fasilitas kesehatan yang jauh lebih memadai dan layak. Pada mulanya desa rancakole yang hanya mempunyai gedung kesehatan yang tidak layak dimana kondisi bangunan awal yaitu bangunan tua dengan kondisi kekuatan bangunan yang mudah rapuh dan lapuk.