Perjalanan Kami teruskan ke salah satu geng sepanjang jalan Bojongsoang RT 03/ RW 02 No. 81, Desa Lengkong Bertanda bertempat Warung Nasi Kuning milik the Nia Rusmiati, 25 Tahun sebagai anggota Kelompok SPP Cempaka 02.Sebelumnya menjadi pemanfaat pinjaman bergulir UPK Sauyunan the Nia dan keluarganya sudah menjalankan usaha warung Nasi Kuning dari tahun 1992 dengan lokasi sangat strategis di tepi gang PGA yang mana konsumernya besar anak sekolak PGA dan mahasiswa IT Telkom selain masyarakat sekitarnya, dengan Warung Nasi PGA 81. Pada tahun 2007 the nia menjadi salah satu kelompok SPP Cempaka 02 kemudian mengajukan proposal pinjaman bersama rekan aneka usaha kecil lainnya, pinjaman awal the nia sebesar 700 rb rupiah. Dari jumlah yang menurut keluargania kecil tersebut tetap ada manfaatnya karena dengan pinjaman tersebut berarti mendapat tambahan modal yang sebelumnya modal modal yang dimiliki kurang untuk memutar uang mulai dari nasi kuning pagi hari sampai nasi rames siang dan sore hari di tambah lagi aneka minuman jus. Sehari jika dirata-rata dengan cara pembelanjaan bahan mentah satu minggu sekali menghasilkan untung bersih kurang lebih 100 ribu rupiah (penuturan ibunda nia) meningkat dari sebelunya walaupun tidak signifikan.
Ibu muda berputra 1 orang ini sangat hati-hati dalam menjawab semua pertanyaan,dari tahun 2007 sampai saat ini merupakan pinjaman ke 3 kelompok cempaka 02 mendapat pinjaman 10 juta rupian dengan anggota 12 orang. The nia salah satu anggota yang di siplin setiap bulan mengangsur tanpa pernah menunda, kelompok cempaka 02 mengambil waktu angsuran 12 bulan supaya besar angsuran setiap bulannya lebih kecil sehingga tidak memberatkan anggota kelompok. Dari semua anggota kelompok cempaka 02 yang terdiri dari warung lotek atau warung lainnya juga merasakan manfaat dari pinjaman modal yang digulirkan oleh upk Sauyunan.
Menurut penuturan neng geulis Nia pinjaman yang dikeluarkan PNPM Mandiri Perdesaan melalui UPK Sauyunan Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung sangat ringan dengan jasa yang di tetapkan, selain dari pada itu syarat-syaratnya mudah tidak seperti di Bank. Di upk Sauyunan tidak perlu jaminan yang ditetapkan seperti Bank tapi dengan cara tanggung renteng jadi masing-masing anggota bisa saling mengingatkan apabila sudah mendekati jatuh tempo.
Dari apa yang dirasakan oleh salah satu anggota dari ratusan kelompok SPP dilingkungan Kecamatan Bojongsoang ini, sudah barang tentu kemudahan yang ada di UPK Sauyunan dalam mengucurkan modal pinjaman tidak ada di lembaga keuangan manapun apabila diperbankan.
Setelah 3 kali meminjam modal seorang Nia memiliki cita2 untuk meningkatkan usahanya dengan modal yang lebih besar lagi. Secara spontan Nia yang didampingi ayahandanya menyampaikan satu harapan yang hamper sama dengan anggota kelompok SPP lain yaitu “ kalau bisa pinjaman modal yang di berikan UPK Sauyunan lebih besar dari yang sekarang”, sehingga apabila ingin mengembangkan usahanya tidak tanggung tanggung. Begitu yang disampaikan dengan nada polos penuh harapan seorang Nia anggota kelompok SPP.
Menurut the Nia senang pinjam ke UPK tidak di potong apa-apa misalnya pajak atau biaya lain. Ada pembinaan dari UPK Sauyunan dalam membuat pembukuan usahanya, semoga UPK teruskan memberikan pinjaman pada usaha lain seperti kami.
Obrolan kami akhiri dengan suguhan minuman kopi panas dan jus segar. Semoga usaha warung nasi kuning the Nia tidak hanya menjadi warung nasi Rames tapi lebih berkembang lagi menjadi rumah makan sunda sehingga bisa melayani makan siang/ malam anak-anak mahasiswa IT Telkom dan masyarakat sekitarnya. Aamiin
Penulis : Puji Bambang S
Tidak ada komentar:
Posting Komentar