Diberdayakan oleh Blogger.

Senin, 25 November 2013

Nasi Kuning Sampai Nasi Rames Teh Ina (Kelompok SPP UPK Sauyunan)


Image

Perjalanan Kami teruskan ke salah satu geng sepanjang jalan Bojongsoang RT 03/ RW 02 No. 81, Desa Lengkong Bertanda bertempat Warung Nasi Kuning milik the Nia Rusmiati, 25 Tahun sebagai anggota Kelompok SPP Cempaka 02.Sebelumnya menjadi pemanfaat pinjaman bergulir UPK Sauyunan the Nia dan keluarganya sudah menjalankan usaha warung Nasi Kuning dari tahun 1992 dengan lokasi sangat strategis di tepi gang PGA yang mana konsumernya besar anak sekolak PGA dan mahasiswa IT Telkom selain masyarakat sekitarnya, dengan Warung Nasi PGA 81. Pada tahun 2007 the nia menjadi salah satu kelompok SPP Cempaka 02 kemudian mengajukan proposal pinjaman bersama rekan aneka usaha kecil lainnya, pinjaman awal the nia sebesar 700 rb rupiah. Dari jumlah yang menurut keluargania kecil tersebut tetap ada manfaatnya karena dengan pinjaman tersebut berarti mendapat tambahan modal yang sebelumnya modal modal yang dimiliki kurang untuk memutar uang mulai dari nasi kuning pagi hari sampai nasi rames siang dan sore hari di tambah lagi aneka minuman jus. Sehari jika dirata-rata dengan cara pembelanjaan bahan mentah satu minggu sekali menghasilkan untung bersih kurang lebih 100 ribu rupiah (penuturan ibunda nia) meningkat dari sebelunya walaupun tidak signifikan.

Semangat Jayus Bukan Gayus (KeLompok SPP dan UEP UPK Sauyunan)

Gambar

 Panas terik menyusuri jalan sempit untuk mencari seorang bernama Jayus bukan Gayus orang yang terkenal di negeri Indonesia dengan title koruptor. Di temani oleh TIM Verifikasi TIM Sauyunan Kecamatan Bojongsoang Pokja Media dari bulletin Kompak mendatangi sebuah alamat  yang tentu tidak palsu seperti alamatnya Ayu Tingting, untuk bertemu dengan ketua Kelompok UEP Sumber Urip UPK Sauyunan yang bernama Jayus Priyanto, Cigatra RT 02/RW 10 Desa Bojongsoang Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung,  seorang bapak berputras 1 orang kelas 3 SD ini berasala dari kota di Jawa Timur yaitu Pacitan, Wah sekampung dengan Presiden Indonesia dong, mas Jayus menjawab dengan tertawa lebar.

Rabu, 06 November 2013

MATA AIR CINAGREG, Impian masyarakat “Air mengalir dari hilir ke hulu”


1 
Air merupakan kebutuhan pokok dari setiap kehidupan Manusia , Mata Air di Zaman sekarang ini jarang ditemui dan bahkan nyaris langka beriring dengan bergantinya Zaman

Di Desa Ciherang Kecamatan Nagreg kabupaten Bandung Terdapat sumber Mata Air yang sangat Besar dari semenjak jaman dahulu hingga kini masih ada, tinggal perlu perhatian pemerintah dan masyarakat untuk melestarikan supaya mata air tersebut tidak punah. Nama Mata Air tersebut dikenal dengan sebutan “Mata Air Cinagreg” bahkan menurut sejarah nama  Daerah Nagreg kabupaten Bandung Berasal dari nama sumber Mata Air yang terletak di jalan cagak desa Ciherang.

Sumber Mata Air Cinagreg mempunyai debit Air yang sangat besar sehingga pemanfaatnya menjangkau 3 (tiga) desa, yaitu : Desa Ciherang sebagai titik Mata Air dan 2 (dua) desa, desa Ciaro Kecamatan Nagreg dan  desa Simpen kabupaten Garut sebagai Desa Pemanfaat dari Mata Air Cinagreg

Sabtu, 26 Oktober 2013

J A M B O R E..... U P K

Gambar

                 Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan merupakan program penanggulangan kemiskinan yang asal mulanya bernama Program Pengembangan Kecamatan (PPK) sejak tahun 1998 sampai dengan Tahun 2007, dan sejak tahun 2007 sampai dengan sekarang berubah nama menjadi PNPM Mandiri Perdesaan, merupakan program yang sistemnya dianggap baik dan perlu ada upaya upaya keberlanjutan dan pelembagaan sistem.

              Ada beberapa aspek yang diperlukan dalam menjamin keberlanjutan program, diantaranya adalah memperkuat partisipasi, membangun kesepakatan masyarakat, memperkuat aturan main dan pencapaian terhadap komitmen bersama (antara lain sangsi local), juga dengan memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan program berupa pameran, jambore, award dan lain-lain.

              Kehadiran adalah awal pelibatan diri dalam suatu tindakan bersama. Dalam model pengorganisasian masyarakat. Proses kehadiran perlu dimulai dengan penyebaran informasi dan sosialisasi yang tepat. Jika tidak yang terjadi adalah mobilisasi.

              Rumusan partisipasi adalah proses yang melibatkan masyarakat untuk hadir, terlibat aktif, menjadi bagian dalam pengambilan keputusan. Dalam proses ini sekalipun tidak mewadahi semua komponen, tetapi ada saluran dan mekanisme dimana semua terlibat dan mempercayakan pada pihak lain, sebagai bentuk keterwakilan.

              Sebagai pembuktian terhadap proses pemberdayaan masyarakat melalui PNPM Mandiri Perdesaan setelah sekian lama berproses, maka diperlukan suatu ajang dalam rangka menampilkan hasil-hasil kegiatan sebagai bahan evaluasi sekaligus mempertemukan dan meningkatkan tali silaturahmi diantara pelaku-pelaku PNPM MP dari mulai tingkat desa sampai dengan tingkat kabupaten yang selalu tampil dinamis menyesuaikan dengan dinamika masyarakat yang didampinginya. Dengan telah berjalannya program selama sekian tahun maka tentunya pelaku di desa dan kecamatan serta masyarakat juga mengalami perubahan. Adanya perubahan – perubahan dalam masyarakat sudah seharusnya direspon dengan baik oleh jajaran pendamping/pelaku maupun pemerintah setempat dengan meningkatkan kapasitas dan keterampilan yang mendukung fasilitasi terhadap masyarakat.

            Sesuai dengan harapan diatas maka untuk Tahun Anggaran 2013 Pemerintah Kabupaten Bandung melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) telah menganggarkan alokasi untuk penyelengaraan Jambore UPK sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan bagi pelaku PNPM MP untuk menampilkan berbagai kemajuan yang telah dicapainya termasuk suatu ajang untuk menyampaikan berbagai penghargaan atas prestasi yang telah dicapai para pelaku melalui Si Kompak Award.

            Guna mendukung target program tersebut di atas maka telah dilakukan koordinasi dan komunikasi dengan semua pihak terkait agar pelaksanaan Jambore UPK bisa berjalan baik dan lancar berikut memberi dampak positif terhadap kemajuan kegiatan maupun dari sisi program.

           Agar penyelenggaraan kegiatan Jambore UPK PNPM Mandiri Perdesaan Kabupaten Bandung kecamatan berjalan efektif maka panitia penyelenggara telah melaksanakan kegiatan sesuai dengan panduan penyelenggaraannya (Kerangka Acuan Kegiatan). Dengan menggunakan Panduan Penyelenggaraan Kegiatan jambore UPK PNPM Mandiri Perdesaan Kabupaten Bandung ini, diharapkan pengelolaan kegiatan, monitoring dan evaluasi kegiatan Jambore UPK PNPM Mandiri Perdesaan yang di Laksanakan di pangalengan ini berjalan sesuai ketentuan.

Laporan Hasil Kegiatan penyelenggaraan Jambore UPK ini disusun dengan tujuan :

  1. Menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan penyelenggaraan dan pengendalian kegiatan Jambore UPK yang akan datang
  2. Menyampaikan hasil-hasil kegiatan Jambore UPK kapada semua pihak yang terkait
  3. Membantu para pihak yang terlibat dalam kegiatan Jambore UPK untuk menyamakan persepsi, penyelenggaraan dan tujuan laporan disampaikan.

 Kegiatan Jambore UPK ini dilaksanakan dengan menggunakan desain gelar produk unggulan, visualisasi kegiatan-kegiatan PNPM MP, penyampaian hadiah/penghargaan kepada para pelaku yang berprestasi dalam Si Kompak Award Tahun 2013, penyerahan dana bergulir secara simbolis kepada kelompok-kelompok di desa Margaluyu Pangalengan, peresmian prasarana Pendidikan berupa Gedung Madrasah di desa dengan penandatanganan Prasasti, penandatangan Prasasti Gedung UPK Pangalengan dan Cimaung, dan juga dengan menggelar dialog interaktif antara pelaku PNPM MP dengan Bapak Bupati.  Kegiatan ini dimaksudkan untuk membantu para pelaku khususnya UPK dan jajarannya di masing-masing kecamatan dalam merefleksikan hasil dan kualitas pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan selama menjadi lokasi PNPM Mandiri Perdesaan dari awal sampai dengan saat ini, memberikan kesempatan untuk menampilkan produk unggulan masing-masing kecamatan sebagai hasil kegiatan PNPM MP, memberikan penghargaan bagi para pelaku yang berprestasi melalui Si Kompak Award, penyerahan bantuan program secara simbolis terhadap masyarakat (berupa dana bergulir),  dan dalam rangka meningkatkan kebersamaan dan tali silaturahmi diantara para pelaku se kabupaten

           Pelaksanaan kegiatan Jambore UPK Kabupaten Bandung yang dilaksanakan tanggal 22 Oktober 2013, telah dihadiri oleh Bupati beserta OPD-OPD terkait, muspida juga Muspika setempat besert peserta-peserta/pelaku yang terdiri dari unsur-unsur pengurus UPK, FK, FT, PJOK, BKAD, BP UPK, TPK, KPMD dan lain-lain dengan jumlah minimal 11 orang per kecamatan, atau jumlah total peserta yang hadir kurang lebih 300 orang. Pengendalian pelaksanaan dan kualitas kegiatan Jambore UPK ini pelatihan telah dilakukan oleh Satker PNPM MP Kabupaten Bandung dan Tim Fasilitator Kabupaten.

           Adapun Penanggungjawab kegiatan Jambore UPK ini adalah Tim Koordinasi Kabupaten atau Satuan Kerja PNPM Mandiri Perdesaan Kabupaten

           Kegiatan Jambore UPK ini pendanaannya berasal dari dana PAP PNPM Mandiri Perdesaan kabupaten Bandung Tahun Anggaran 2013 yang dikelola oleh Satuan Kerja PNPM MP Kabupaten Bandung.

           Anggaran pada pos tersebut digunakan untuk pembiayaan kegiatan Jambore UPK Kabupaten Bandung selama 1 hari penuh.

Pembiayaan kegiatan Jambore UPK ini sebesar Rp 51.000.000,- untuk semua kegiatan dari akomodasi sampai dengan konsumsi dan lain-lain

Demikian sekilas tentang Jambore UPK di Kabupaten Bandung, Semoga bermanfaat bagi kita semua

 

Penulis : H. Dedi Kusnadi (Faskab)

Salam KOMPAK