Diberdayakan oleh Blogger.

Rabu, 06 November 2013

MATA AIR CINAGREG, Impian masyarakat “Air mengalir dari hilir ke hulu”


1 
Air merupakan kebutuhan pokok dari setiap kehidupan Manusia , Mata Air di Zaman sekarang ini jarang ditemui dan bahkan nyaris langka beriring dengan bergantinya Zaman

Di Desa Ciherang Kecamatan Nagreg kabupaten Bandung Terdapat sumber Mata Air yang sangat Besar dari semenjak jaman dahulu hingga kini masih ada, tinggal perlu perhatian pemerintah dan masyarakat untuk melestarikan supaya mata air tersebut tidak punah. Nama Mata Air tersebut dikenal dengan sebutan Mata Air Cinagreg bahkan menurut sejarah nama  Daerah Nagreg kabupaten Bandung Berasal dari nama sumber Mata Air yang terletak di jalan cagak desa Ciherang.

Sumber Mata Air Cinagreg mempunyai debit Air yang sangat besar sehingga pemanfaatnya menjangkau 3 (tiga) desa, yaitu : Desa Ciherang sebagai titik Mata Air dan 2 (dua) desa, desa Ciaro Kecamatan Nagreg dan  desa Simpen kabupaten Garut sebagai Desa Pemanfaat dari Mata Air Cinagreg
Ironisnya, Karena letaknya yang berada dibawah ketinggian permukaann tanah dimana titik mata air berada dibawah pemukiman warga mengakibatkan warga di daerah sekitar mengalami kesulitan untuk menjangkau air dari mata air Cinagreg, membutuhkan tenaga dan waktu yang lama untuk sampai ketitik air, terutama warga yang ada disebrang jalan Raya tanjakan Nagreg. Berbeda dengan desa yang lain yang hanya memanfaatkan air dari cinagreg karena daerahnya bisa dilalui oleh pipa dengan memamfaatkan gaya gravitasi bumi, seperti Contoh desa Ciaro Kecamatan Nagreg yang mendapatkan Bantuan dari Program PNPM-MP pada tahun 2009  berupa Pipanisasi Air Bersih dimana Titik Airnya berada di Cinagreg Desa Ciherang, hal ini bertolak belakang dengan warga sekitar Mata Air Cinagreg.

Dengan Adanya Program PNPM-Mandiri Perdesaan warga disekitar mata air Cinagreg sangat berharap agar Mata air tersebut bisa dimamfaatkan dengan tidak susah payah untuk sampai menjangkau ke titik air yang memang jaraknya tidak dekat dengan rumah warga bagi sebagian warga di RW 02 : 230 KK dan RW 03 : 232 KK Desa Ciherang Kabupaten Bandung, namun terkendala dengan masalah jarak tempuh ketinggian dimana warga yang menggapai titik mata air, jika setelah mandi sampai kerumah akan keringatan lagi, diperkirakan jarak tempuh warga dengan medan ketinggian tanah ke pusat mata air cinagreg sekitar 550 Meter.

Kendala tersebut kini akan terpecahkan dengan dukungan pemerintah setempat dan masyarakat sebagai pemanfaat, dimana dengan melalui tahapan PNPM-MP kini di Tahun Anggaran 2013 Akan membangun Pipanisasi yang menggunakan mesin Pompa Air dengan anggaran Biaya dari PNPM-MP Rp. 65.360.800 direncanakan akan menggunakan 3 Bak Penampung dan salah satunya hasil dari dukungan swadaya masyarakat, bak penampungan air tersebut akan dibangun di RW: 03/ RT: 02, RW : 02/ RT: 01 dan RW: 02/ RT: 03, secara sentral dibangun diwilayah padat penduduk, dimana diharapkan masyarakat tidak lagi kesulitan untuk menjangkau Air, untuk digunakan masyarakat sebagai keperluan dan kebutuhan pokok inti masyarakat sehari-hari

Rencana tersebut diperkuat dan didukung oleh tim PNPM-Mandiri Perdesaan dari tingkat Propinsi Jawa Barat RMC Jabar III Bidang KIE Bapak Ali Yasin disertai oleh Fastekab Bandung Ibu Hilda Mathilda, ST, dimana saat melakukan kunjungan lapangan beliau menanyakan langsung kepada  salah satu warga yang saat itu sedang mencuci pakaian.

Orang tersebut bernama Ibu Ani Rohani ( 73th)  beliau telah berpuluh-puluh tahun dengan susah payah menjangkau ketinggian air yang sangat melelahkan dimana usia beliau yang sudah tidak muda lagi.

Ibu mah ti jaman kapungkur ti masih gadis keneuh sampaikeun ayeuna tos gaduh cicit, masih nyandakan cai teh kadieu kahandap ieuka mata cai cinagreg, palalawur pisan amun mentas jalan Raya teh..tararik pisan mobil na 

Saat di ditanya dan di informasikan bahwa akan ada bantuan dari PNPM-MP untuk T. A. 2013 beliau sangat sumringah dan terharu karena baru kali ini ada bantuan yang benar-benar membantu meringankan beban bagi kaum perempuan, seperti yang dikatakan oleh Ibu Ani salah satu warga yang sudah berpuluh-puluh tahun mengambil air di mata air cinagreg ini.

Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan, lebih menitikberatkan kepada prioritas, cita-cita dan keinginan, Masyarakat yang fundamental dan belum terealisasi dari dulu, apalagi, permasalahan kebutuhan pokok masyarakat, salah satu Air akan lebih dianggap prioritas apabila permasalahan tersebut tetap menjadi selaraskan dengan usulan yang paling priotias dimasyarakat sendiri.

Akhirnya, semoga warga di daerah bisa memamfaatkan angan-angan yang sebentar lagi akan menjadi kenyataan, Air Mengalir dari Hilir ke Hulu, tidak akan menjadi hal yang mustahil lagi, bekerja bersama-sama dengan masyarakat melalui PNPM-Mandiri Perdesaan, jayalah Desa-Ku Jayalah Indonesia, Bangga Membangun Desa bersama Masyarakat.

Penulis : Hari Haryono (FK Nagreg)

Salam KOMPAK

3 komentar: