Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 27 Desember 2013

Pelatihan UPK dan BP UPK

Image

Pada Tanggal  22-24 Desember 2013 di adakanlah  pelatihan UPK dan BP-UPK yang bertempat  di Puri Cipaganti Bandung, yang di hadiri oleh 11 kecamatan yaitu Rancabali, Ciwidey, Pangalengan, Nagreg, Cicalengka, Cikancung, Cimaung, Arjasari, Ibun, Pacet, dan Kertasari.
Hari pertama jam 12.30 – 13.00 di isi dengan persiapan atau registrasi oleh para peserta, dan Jam 16.00-18.00 acara pembukaan  di isi oleh Satker Kabupaten Bpk Agus Ruhyana.
Hari kedua di kelas UPK jam 08.00 – 12.00 Materi di isi oleh Faskeu Ibu Rospita S Tentang Alur Penyusunan Laporan UPK Materinya berisi tentang
1. Alur dana di UPK,
2. Administrasi keuangan UPK,
3. Titik krisis dalam administrasi,
Selanjutnya di sambung dengan Materi laporan Bulanan dan Tahunan UPK isinya tentang

  1. Bahan bacaan rekonsiliasi rekening,
  2. Penjelasan form rekonsiliasi rekening,
  3. Diagram pelaporan keuangan UPK,
  4. Pembuatan laporan keuangan,
  5. Penyusunan format standar buku kas operasional UPK paparan,
  6. Laporan penggunaan SHU,
  7. Panduan tutup buku, panduan bagi SHU,
  8. Contoh rencana kerja UPK,
  9. Penanganan dan pengelolaan isu strategis.
 Jam 12.00 Karena terdengar adzan Dhuhur maka pemberian Materi di istirahatkan dulu selama 2 jam.
 Kemudian masih dilanjut oleh Faskeu Bu Rospita dari Jam 14.00 – 17.00 tentang Materi Proyeksi arus kas dan RAPB UPK yang berisi tentang
  1. Perencanaan keuangan,
  2. Jenis2 rencana keuangan,
  3. Prinsip2 penyusunan anggaran,
  4. Pos2 dalam proyeksi arus kas,
  5. Pos2 dalam anggaran pendapatan dan biaya, laba/rugi atau surpus dan deficit. Materipun berakhir pukul 17.00 dilanjut dengan ishoma.
Sedangkan di kelas BP – UPK jam 08.00 – 10.00 Materi di berikan oleh FK Ibun Bpk Sapto tentang Tupoksi BP-UPK yang berisi tentang program kerja BP-UPK dan
Pukul 10.00 – 12.00 di lanjut pemberian Materi Lembar kerja BP-UPK berisi tentang , form lembar kerja pemeriksaan BP-UPK. Dari jam 12.00-14.00 para peserta pun istirahat untuk melakukan sholat dhuhur dan makan siang..
Di lanjut pukul 14.00 -17.00 Materi masih di berikan oleh FK Ibun pa Sapto Tentang Rencana Kerja BP-UPK
Hari ketiga atau hari terakhir di kelas UPK pukul 08.00 – 10.00 Materi di berikan oleh Faskab Pa Dedi tentang Penanganan Masalah yang berisi tentang
  1. Pengelolaan Pinjaman bermasalah,
  2. Penanganan pinjaman bermasalah, pola pinjaman bermasalah,
  3. Form hasil identifikasi bermasalah,
Dilanjut pukul 10.00-12.00 Materi di berikan oleh Fastekab bu Hilda mengenai Standar Operasional Prosedur / SOP.
Untuk mencapai tujuan atau sasaran, seseorang atau sekelompok orang menjalankan sejumlah kegiatan yang didukung dengan sejumlah keputusan tertentu. Untuk mewujudkan tujuan yang sama, boleh jadi orang atau sekelompok orang melakukan tahapan-tahapan kegiatan dan keputusan yang berbeda sama sekali. Si X dan Si Z dalam melakukan kegiatan organisasi sangat mungkin berbeda  Di dalam organisasi, ada prosedur kegiatan yang harus dipatuhi oleh setiap orang atau setiap anggota organisasi untuk mencapai tujuan yang sama. Anggota-anggota organisasi terikat pada prosedur tertentu yang harus diikuti dan dipatuhi. Untuk melakukan kegiatan-kegiatannya dengan efektif dan efisien organisasi membutuhkan suatu prosedur operasi standar atau SOP.  SOP memastikan bahwa organisasi memiliki proses yang konstan karena memenuhi standar tertulis. Dengan demikian seluruh anggota organisasi mempunyai standard yang sama. Yang jelas sistem ini mampu meningkatkan kualitas produk atau service yang ditawarkan ke konsumen  agar petugas/pegawai menjaga konsistensi dan tingkat kinerja petugas/pegawai atau tim dalam organisasi atau unit kerja.
Sedangkan di kelas BP-UPK pukul 08.00 – 10.00 Materi Pemeriksaan Keuangan Sederhana yang di berikan oleh Faskeu bu Rospita, bahwa Sesuai dengan salah satu tupoksi FK yaitu mendorong terciptaanya mekanisme kontrol /pengawasan oleh masyarakat sendiri dan melakukan evaluasi bersama masyarakat terhadap pelaksanaan program dan kinerja pelaku PNPM Mandiri Perdesaan di Kecamatan dan Desa. Untuk itu diperlukan sebuah instrumen atau Panduan Pemeriksaan Keuangan Sederhana yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan dan kreativitas seorang pengawas/pemeriksa pada saat melakukan tugasnya di lapangan.
Panduan ini dibuat sedemikian rupa sehingga pemeriksaan dapat dilakukan bukan hanya oleh fasilitator, tetapi juga masyarakat sebagai pelaku dalam program PNPM MP seperti Badan Pengawas (BP UPK), Pengurus BKAD, Tim Penyelesaian Masalah, atau Tim yang ditunjuk.
Oleh karena itu, pemeriksaan perlu dilakukan secara rutin/periodik, semakin sering dilakukan semakin baik karena tindakan penyalahgunaan dana dan kesalahan dapat diantisipasi sedini mungkin. Khusus untuk FK, Pemeriksaan wajib dilakukan setiap bulan sekali, dengan cara minimal membuat rekonsiliasi rekening.
Pemeriksaaan yang lainnya dapat dilakukan oleh :
  1. BP UPK, Pemeriksaan dapat dilakukan sebulan sekali atau maksimal 3 bulan sekali. Terhadap kondisi yang khusus, maka Pemeriksaan dapat dilakukan sesuai kebutuhan.
  2. Tim yang ditunjuk oleh masyarakat melalui forum MAD, waktu pelaksanaan sesuai kebutuhan.
  3. Tim Independen, waktu pelaksanaan sesuai kebutuhan.
Dan pukul 10.00-12.00 Materi SOP BP-UPK yang di berikan oleh FK Ibun Bpk Sapto. Yang isinya bahwa Standar Operasional Badan Pengawas  adalah dokumen administrasi yang mengatur sistematika kerja dan hubungan antar unit/lembaga/institusi terkait sesuai uraian tugasnya dalam sebuah organisasi secara terukur dan dapat dipertanggungjawabkan. Dan
Standar Operasional Badan Pengawas  UPK dibuat dengan maksud agar pelaku BP-UPK dalam Pelaksanaan tugasnya  yang terikat dengan perjanjian kontrak dan perjanjian kerja dengan masyarakat yang diputuskan dalam MAD, agar :
  1. Memahami tugas dan tanggungjawabnya dalam kegiatan pengawasan dan pemeriksaan terhadap UPK
  2. Mengetahui secara lebih rinci Ruang lingkup dan langkah-langkah Pengawasan
  3. Mengetahui dan memahami Kode etik BP-UPK dan Pendanaan Kegiatannya
  4. Dapat membuat pelaporan hasil pemeriksaanya secara tepat waktu  dan dapat menyampaikannya kepada Forum MAD
Dokumen Standar Operasional BP-UPK  ini adalah dokumen yang tidak terpisahkan dari hasil kesepakatan dalam forum Musyawarah Antar Desa dan aturan–aturan yang berlaku dalam Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) PTO PNPM MPD  dan penjelasannya, serta mengikuti panduan yang telah dan akan diterbitkan oleh satker pembinaan PNPM MPD untuk kepentingan pengaturan pelaksanaan tugas lainya.
Dalam pelatihan UPK dan BP-UPK  kali ini banyak peserta yang aktif dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada para narasumber, sehingga suasana tidak menjadi membosankan,  Akhirnya jam 13.00 acara penutupan pelatihan UPK dan BP-UPK di tutup oleh Tim Faskab. Dan di akhiri dengan acara foto2 bersama.
Demikian  Semoga bermanfaat bagi kita semua.

Kamis, 26 Desember 2013

Rakor FK FT Bulan Desember 2013


  1. 8

  2. LATAR BELAKANG


Rapat Koordinasi bulan Desember 2013 ini diadakan di Purnama Kencana kecamatan Cicalengka Kabupaten Bandung, peserta Rakor terdiri dari Tim Fasilitator Kabupaten,  Fasilitator Kecamatan di Kab.Bandung. Rakor dilaksanakan untuk membahas Info manajemen, Catatan untuk ditindaklanjuti, Mekanisme Review RPJMDes, Evaluasi laporan, validasi, progress fisik & kegiatan setiap Kecamatan, Kronologis laporan keuangan UPK (system manual), Strategi untuk mengejar ketertinggalan progress kabupaten, RKTL dan Umpan balik.

3. TUJUAN

Membahas Info manajemen, Catatan untuk ditindaklanjuti, Mekanisme Review RPJMDes, Evaluasi laporan, validasi, progress fisik & kegiatan setiap Kecamatan, Kronologis laporan keuangan UPK (system manual), RKTL dan Umpan balik.

4.   PELAKSANAAN KEGIATAN

 AGENDA KEGIATAN

  • Tanggal 17 Desember 2013

  • Info Manajemen

  • Catatan untuk ditindaklanjuti

  • Progres Kegiatan Fisik, Dana dan Permasalahanya

  • Progress Tahapan Perencanaan 2014

  • Evaluasi kegiatan PNPM di Tahun 2013

  • Hasil Pra Audit TA. 2013

    • Tanggal 18 Desember 2013

    • Strategi Pelaksanaan Kegiatan TA. 2013 & Perencanaan TA. 2014

    • Umpan balik.

    • RKTL bulan depan




Info Manajemen


 




  1. Faskab – Ir. Dedi Kusnadi



  • Minggu Kemarin baru ada perekrutan untuk posisi FT

  • Lowongan Promosi FT untuk menjadi assisten Fastekkab.

  • Tgl 19-20 rakor Pembina UPK dan Gerai di lembang bandung

  • DDUB TA. 2014 untuk kabupaten bandung mengalami penurunan, hanya dialokasikan 1 milyar. TA. 2013 dialokasikan 3,5 milyar.

  • Untuk FT agar segera membuat Desain RAB ancar – ancar anggaranya dari anggaran tahun kemarin.

  • Adanya program baru yaitu MP3KI dengan dana 8 milyar.

  • Temuan RMC tentang dokumen RPJMdes yang tidak sesuai dengan permendagri.

  • Pola PNPM Provinsi Jawa Barat tahun ini mutlak harus memakai pola Integrasi                     ( perencanaan PNPM & Perencanaan regular ). Musrenbang kecamatan berbarengan dengan musyawarah pendanaan.

  • Melakukan Verifikasitunggakan dan penanganan masalah, aset UPK yang diatas 2 milyar terkena aturan dirjen tidak ada usulan dana bergulir spp.

  • Tgl 22-24 Desember akan dilaksanakan pelatihan UPK gabungan di Puri Cipaganti.



  1. Fastekkab – Hilda Rieza Mathilda



  • Evaluasi pelaksanaan, alur, tprinsip tahapan dan kegiatan pendukung lainnya

  • Penguatan UPK untuk dikuatkan oleh lembaga atau Undang-undang.

  • Pengalihan dana SPP terkait beberapa kelompok yang mengusulkan pengadaan alat, ditekankan untuk ada aturan buat apa alat tersebut atau pengelolaannya.

  • MP3KI hanya di beberapa lokasi di paralelkan dengan PNPM seperti pasca krisis.

  • Pemahaman akan manfaat RPJMdes kepada desa sangat penting untuk kemajuan desa.

  • Larangan untuk pelaku PNPM untuk terlibat langsung dalam politik praktis.

  • Info tentang mobilisasi fasilitator, setelah musrembang kecamatan di bulan maret.

  • Evaluasi progress bulan desember, pencairan sudah 100% apakah penyaluran nya sudah 100% juga?

  • Desain RAB harus selesai sebelum musrembang kecamatan.

  • Di bulan Juli 2014 akan dilaksanakan sosialisasi untuk Kegiatan TA. 2015 ( MD 3 Sosialisasi ).

  • MAD Prioritas harus sudah selesai dibulan Desember.

  • Sakit tanpa surat dokter mengurangi jatah cuti.



  1. Faskeu – Rospita Sihombing



  • Gaji bulan Desember dibayarkan < 23 Desember 2013

  • Sekolah Lapang SatkerKab Bandung ke Kec. Tegalalang Kab. Gianyar Bali 27-29 November 2013

  • Studi Banding SatkerKab ke Sukabumi

  • Kunjungan Monitoring SatkerKab Mulai tgl 19 Desember 2013

  • Bintek PJOK  - Evaluasi Dana Bergulir (Ciwidey, Cimaung, Pacet), Takashimaya, 19-20 Desember 2013 .

  • Pelatihan UPK dan BP-UPK, Hotel Cipaganti 22-24 Desember  2013

  • Laporan Bulanan UPK , Maksimal 31 Desember 2013

  • Audit Internal adalah komponen pengendalian yang efektif untuk mencegah penyelewengan/penyalahgunaan dana.

  • Target TA 100% dibulan Juni 2013.,

  • Masih rendahnya capaian Audit internal Tim Kabupaten TA 2012, sampai dengan November 2013

  • Target  Audit Internal TA 2013 per Desember 2013 adalah 70%.

  • Capaian sampai dengan November adalah 0%, dari 11 kecamatan

  • Masih ditemukan lembaga pengelola dana bergulir yang belum dibentuk.

  • Yang sudah terbentukpun belum berfungsi optimal.

  • Masih banyaknya temuan pelaksanaan kegiatan dana bergulir yang tidak bersesuaian dengan SOP.

  • Masih terjadi Tutup buku Tahunan yang dilakukan setelah bulan Januari.

  • Masih tingginya deviasi antara perencanaan dengan realisasi.

  • Masih tingginya Rencana BOP dan tidak berbanding dengan Rencana Pendapatan.

  • Masih banyak nilai surplus ditahan yang berubah-ubah disetiap periode bulan pelaporan Neraca.

  • Rencana Anggaran Biaya kelembagaan yang tidak jelas,

  • Tidak ada kesepakatan batas penyaluran surplus UPK.


Progres Kegiatan Per Kecamatan di Bulan Desember


 


Faskab – Ir. Dedi Kusnadi

  1. Tahapan Kegiatan Penambahan Pelatihan



  • Nagreg : TPU

  • Cicalengka : TPM, KDT, PL

  • Cikancung : Kades, BPD, TPU

  • Ibun : Kades, TPU, Tim Verifikasi hari kamis , Tim 11.

  • Arjasari : TPU, Tim Monitoring

  • Kertasari : Belum ada tambahan kegiatan pelatihan.

  • Pacet : KDT, KPMD, Kades BPD digabung tim 11.

  • Pangalengan : TPU, Tim Verifikasi.

  • Cimaung : Belum ada tambahan Kegiatan Pelatihan.

  • Rancabali : TPM, TPU, Tim verifikasi.

  • Ciwidey : TPU, Tim Verifikasi, Tim 11, Kelompok.



  • MAD Prioritas maksimal dilaksanakan sebelum musrembangdes.

  • Strategi yang sudah verifikasi, penyusunan draf RKPdes, dan RPJMdes tahun 2015 harus memfasilitasi tim 11 untuk rancangan RPJMdes dan RKPdes TA. 2015

  • Survey lapangan, survey harga, survey lokasi jangan menunggu usulan.

  • Angka RAB harus sudah muncul sebelum Musrenbangdes.

  • Review RPJMdes : RPJMdes yang sudah ada edit kembali data desanya.

  • Apabila sudah selesai dokumen RPJMdes & RKPdes lakukan penilaian yang terbaru hasil review apakah layak atau tidak.

  • Validasi realisasi dana BLM dan DOK yang sudah pasti ke TPK dan




  • Lapbul gabungan kelengkapannya masih tercecer


-          Rekonsialisasi dibuat oleh FK

-          RKTL

-          Form 75 b tentang laporan fisik dan biaya

-          Form 72 kegiatan dan rencana

-          Form 70 a tentang penanganan masalah

-          Form 73 tentang kemajuan & partisipasi

-          Form 74 laporan pelatihan

-          Form 74 a pelatihan 3 bulanan ( RKTL )

-          Validasi dana Bergulir

-          Lampiran pemetaan papan informasi

-          Rekening Koran

-          Realisasi pencairan dana BLM & DOK

-          Dokumentasi Kegiatan

  • Kerjasama Tim :


-          4S :      Sehat Pola Komsumsi

Sehat Pola Gerak

Sehat Pola Istirahat

Sehat Pola Pengendalian Stres

-          Tahap Pembentulan tim

  1. Tahap Forming : Saling mengenal, tukar informasi terbentuknya teman baru dll.

  2. Tahap Stroming : Saling memahami satu sama lain.



  • Beberapa latar belakang bekerja sendiri :


-. Ego

-. Rasa tidak aman

-. Kenaifan

-. Tempramen

  • 17 Kualitas Penggerak



-          Mampu Adaptasi


-          Mampu Berkolaborasi

-          Bersikap komunikatif

-          Memiliki Komitmen

-          Kompeten

-          Dapat Diandalkan

-          Disiplin

-          Memberi nilai tambah

-          Antusias

-          Bertindak dengan tujuan

-          Fokus pada Tujuan

-          Siap Tempur

-          Sikap Supel

-          Meningkatkan kemampuan diri

-          Tidak mementikan diri sendiri

-          Mengutamakan Solusi

-          Gigih


Closing Statement :

  1. Penyaluran dana BLM 2013 VS PMK 168 / 09

  2. 2013 skema optimalisasi tidak diberlakukan lagi.

  3. 2014 merupakan tahun politik, pentingnya netralitas segenap pendamping, pelaku & konsultan PNPM MP.

  4. Harapan untuk Jawa Barat, tahun 2014 laju progress tahapan PNPM lebih baik, didukung oleh tim kerja yang kuat dan baik pada setiao jenjang.


Arahan Menkokesra :         

-          Target penurunan angka  kemiskinan di akhir 2014

-          Memperkuat lembaga2 masyarakat yang difasilitasi PNPM

-          Indikator kinerja utama program yang sama.

-          Perencanaan partisipatif yang integrasi

-          Optimalisasi TKPKD di daerah – daerah

-          Meningkatkan tata pola pencegahan korupsi.

-          Pencegahan dan penangganan masalah harus dikoordinasikan.

-          Meningkatkan kualitas data & pelaporan.

-          Laporan Pelaksanaan PNPM disampaikan secara berjenjang

-          Pengelolaan & pemeliharaan sarana prasarana ditingkatkan.

Fastekkab – Hilda Rieza Mathilda

-          Koreksi Protak :

-          Di seluruh kecamatan di Kabupaten masih terdapat kesalahan tanggal penyaluran dana pertama kali lebih dahulu daripada pencairan dana

-          MDST sudah tetapi kegiatan sertifikasi belum ada

-          Sudah MDST tetapi Penyaluran Dana hingga 100% tidak ada

-          Desa yang belum selesai di setiap kegiatan masih ada tetapi kegiatan lainnya sudah melaksanakan

-          Partisipasi di setiap kegiatan ada yang kosong (nol)

-          Masih ada kecamatan yang mengalami kelebihan penggunaan dari dana yang ada

Progres Protan

“ DARI ALOKASI BLM PNPM MANDIRI PERDESAAN TA 2013 SEBESAR Rp. 21.596.693.000,-

PENDATAAN USULAN YANG SUDAH DIINPUT DI PROTAN MENCAPAI Rp. 18.908.581.900,-    ( 87,6%) “

Demikian notulensi rakor bulan Desember. Semoga bermanfaat bagi kita semua.

Rabu, 25 Desember 2013

Rakor FK FT Bulan Nopember 2013

  1. ImageI. LATAR BELAKANG

Rakor Kabupaten tanggal 1 Nopember 2013 dilaksanakan di Kantor Faskab dan  7 Nopember 2013 di Lembang Kabupaten Bandung Barat dihadiri oleh Tim Faskab, FK, FT dan PjOK Kabupaten.

 II. TUJUAN

Tujuan pelaksanaan rakor dalam rangka Penguatan Pelaksanaan PNPM TA 2013 dan TA 2014, strategi dan tahapan penyaluran dana, Evaluasi Progres Lapangan,  Evaluasi Laporan Fasilitator, Evaluasi hasil monitoring lapangan, Tinjauan Ulang RPJMDesa, Penguatan pemeriksaan laporan UPK dan Info Terkini dengan rincian Materi :

      Catatan-catatan pentingdalam Rakor Kabupaten antara lain :

  1. 1.       Faskab -  H. Dedi Kusnadi
    1. Evaluasi Tahapan

-    Desember 2013 : MAD Prioritas, RAB-Desain, RPJMDes siap untuk Musrenbang Desa

-    Pengisian Target dan strategi tahapan masing-masing Kecamatan

  1. Informasi dari Team Leader NMC :

        I.   Usulan SPP : WARNING sebelum MAD Penetapan tentukan Analisa (satu indicator kena maka tidak bias mengajukan SPP)

-       Usulan pengganti SPP :

  • Peningkatan Barang dan Modal → contoh : Produk Keripik – Usulan Alat yang baru
  • Mendukung peningkatan produksi

-       RPJMDes :

  • Usulan SPP
  • Usulan pengganti SPP

-       Aset > 2 Miliar (salah satu Indikator tidak terpenuhi maka upaya yang bias dilakukan )

  • Kolektibilitas tinggi → bias dikurangi dengan Rescheduling (melalui tahapan)
  • Idel Kapital → Laksanakan Perguliran secepatnya
  • Kesehatan UPK

    II.   Pola Integrasi WAJIB dilaksanakan :

Januari       → Musrenbangdes       : - Siap Draft RPJMDes dan RKPDes

                                                          - RKPDes 2014 untuk usulan 2015

Februari     →   Musrenbangkec     : - RAB – Desain Sudah SIAP

                                                         - Terbit SPC   

                                                         - Dana tambahan – SPC tersendiri

                                                         - Maret – April sudah Pencairan

                III.            DDUB        →   Seharus nya BANSOS (berdasarkan Permendagri)

                 2013       → Mekanisme pencairan Dana di kabupaten Bandung SALAH (berdasarkan Juknis) seharusnya :

                        Tahap I            : 40% (dari dana APBN+5%  DDUB)………a)

                        Tahap II           : Hitung dulu 20% Tahap II …….. b)

                                                  (Jumlah Total Dana) – b  = Tahap II

                        Tahap III          : 20% (dari dana APBN + 5% DDUB)

                 2014     → DDUB + dana tambahan = 300jt

              IV.   SELISIH di UPK merupakan ranah FK

                   -    Merupakan indikasi ketidak taatan FK :  contoh Rekayasa Balance

                   -    Catatan : ada BERITA ACARA setiap kegiatan /Pemeriksaan

                  -     Hasil evaluasi : WAJIB cek rekening-rekening di UPK ke Bank

              V.       Revisi PTO

                 -      Belum ada surat resmi dari Dirjen

                 -      Sosialisasi → SILAHKAN tetapi belum DIBERLAKUKAN

                 -       2014 POSYANDU harus multifungsi (desainnya sesuaikan)

              VI.      2014 ada PILOT PROJEK di kecamatan Cililin kabupaten Bandung Barat MP3KI & MP3EI (Master Plan Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Indonesia & Master Plan Percepatan Peningkatan Ekonomi Indonesia)

              VII.     Aset Dana Bergulir (SPP) dilindungi oleh SK Bersama (Menkokesra, Mendagri, Menkeu)

Secara Nasional ASET SPP → Rp. 8,9 T      LABA → Rp. 2T

  1. PERDES tidak boleh di Tanda tangan oleh PJS
  2. SK Boleh
  3. Gubernur Saba Desa : 6-7 Nopember 2013 di Abadi House depan Grand Hotel Lembang tanggal 6 Persiapan tangal 7 Pelaksanaan Gubernur Saba Desa.  Peserta per Kabupaten 10 orang FK/FT UPK 5 orang

 2.       Faskeu – Rospita Sihombing

  1. Laporan Bulanan 2 (dua ) kecamatan belum selesai Hard Copy
  2. Surat Satker tentang Pelaku PNPM yang mengikuti Pencalonan Legislatif dimusyawarahkan dalam MAD Khusus  : Tetapkan tanggal Pemilihan Pengganti → Sanksi terhadap FK yang tidak menindaklanjuti
  3. PABN (Pameran Adat Budaya Nasional) di Taman Upakarti Kabupaten Bandung tanggal 12-13 Nopember 2013 dari 60 meja, PNPM mendapat 4 meja untuk pameran hasil produksi untuk menghasilkan jaringan ekonomi/ pemasaran, siapkan Brosur dan Kartu Nama pengrajin yang ikut dalam pameran
  4. Pemalsuan rekening UPK → 48% dilakukan oleh UPK → maka setiap bulan mulai laporan Nopember 2013 dilampirkan laporan Audit dana Bergulir (5 Form audit oleh FK, 4 Form audit oleh Faskab)

Target penyelesaian Audit oleh Faskab Nopember 6 kecamatan Desember 5 Kecamatan

   3.       Fastekab – Hilda R Mathilda

  1. Hasil Monev Provinsi :
  • Kualitas tahun ini MENURUN padahal dalam PTO ada 36 Format Pengendalian 
  • Standar kerja Fasilitator MENURUN
  • Usulan peningkatan Kapasitas → Progres 0%

Usulan Kesehatan                     → Progres 13 %

Usulan Pendidikan                   →        

  1. MDST → Akhir Desember Dokumen RPD I, LPD I, RPD II, LPD II dsb sd MDST 
  2. Pelatihan Pra Tugas  5 kecamatan : FT Pacet, FK Arjasari, FT Nagreg, FT Cimaung, FT Cicalengka → Harus disiapkan strategi di lapangan
  3. Percepat Progres pelaksanaan dengan menambah Tenaga Kerja
  4. Hambatan Penyelesaian Proposal → strategikan pelatihan TPU per desa
  5. Hambatan Proses → Pelatihan Tim Verifikasi didahulukan sehingga verifikasi bias dilaksanakan secara simultan  (Pembahasan Awal / Akhir → Informasikan ke Faskab)
  6. Pelatihan Gabungan : BKAD, BP-UPK, UPK (Januari)
  7. Pelatihan PL → Materi Desain – RAB (awal Desember)
    1. Pra Audit → 26 Nopember 2013

Auditor :

FK / FT

PL

TPK

KPMD

UPK

2 orang       

1 orang

2 orang

2 orang

1 orang

Yang di Audit :

PjOK

UPK

TPK

BKAD

 

                                    i.               Kecamatan Cicalengka         → ke kecamatan  Cimaung

                                    ii.              Kecamatan Cikancung         → ke kecamatan Rancabali

                                   iii.              Kecamatan Nagreg              → ke kecamatan Arja

                                   iv.              Kecamatan Arjasari              → ke kecamatan Pacet

                                   v.               Kecamatan Pacet                 → ke kecamatan Ibun

                                   vi.               Kecamatan Ibun                   → ke kecamatan Cikancung

                                   vii.              Kecamatan Kertasari           → ke kecamatan Pangalengan

                                  viii.             Kecamatan Pangalengan     → ke kecamatan Kertasari

                                   ix.              Kecamatan Cimaung            → ke kecamatan Cicalengka

                                   x.               Kecamatan Ciwidey              → ke kecamatan Nagreg

                                  xi.               Kecamatan Rancabali          → ke kecamatan Ciwidey

Senin, 25 November 2013

Nasi Kuning Sampai Nasi Rames Teh Ina (Kelompok SPP UPK Sauyunan)


Image

Perjalanan Kami teruskan ke salah satu geng sepanjang jalan Bojongsoang RT 03/ RW 02 No. 81, Desa Lengkong Bertanda bertempat Warung Nasi Kuning milik the Nia Rusmiati, 25 Tahun sebagai anggota Kelompok SPP Cempaka 02.Sebelumnya menjadi pemanfaat pinjaman bergulir UPK Sauyunan the Nia dan keluarganya sudah menjalankan usaha warung Nasi Kuning dari tahun 1992 dengan lokasi sangat strategis di tepi gang PGA yang mana konsumernya besar anak sekolak PGA dan mahasiswa IT Telkom selain masyarakat sekitarnya, dengan Warung Nasi PGA 81. Pada tahun 2007 the nia menjadi salah satu kelompok SPP Cempaka 02 kemudian mengajukan proposal pinjaman bersama rekan aneka usaha kecil lainnya, pinjaman awal the nia sebesar 700 rb rupiah. Dari jumlah yang menurut keluargania kecil tersebut tetap ada manfaatnya karena dengan pinjaman tersebut berarti mendapat tambahan modal yang sebelumnya modal modal yang dimiliki kurang untuk memutar uang mulai dari nasi kuning pagi hari sampai nasi rames siang dan sore hari di tambah lagi aneka minuman jus. Sehari jika dirata-rata dengan cara pembelanjaan bahan mentah satu minggu sekali menghasilkan untung bersih kurang lebih 100 ribu rupiah (penuturan ibunda nia) meningkat dari sebelunya walaupun tidak signifikan.

Semangat Jayus Bukan Gayus (KeLompok SPP dan UEP UPK Sauyunan)

Gambar

 Panas terik menyusuri jalan sempit untuk mencari seorang bernama Jayus bukan Gayus orang yang terkenal di negeri Indonesia dengan title koruptor. Di temani oleh TIM Verifikasi TIM Sauyunan Kecamatan Bojongsoang Pokja Media dari bulletin Kompak mendatangi sebuah alamat  yang tentu tidak palsu seperti alamatnya Ayu Tingting, untuk bertemu dengan ketua Kelompok UEP Sumber Urip UPK Sauyunan yang bernama Jayus Priyanto, Cigatra RT 02/RW 10 Desa Bojongsoang Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung,  seorang bapak berputras 1 orang kelas 3 SD ini berasala dari kota di Jawa Timur yaitu Pacitan, Wah sekampung dengan Presiden Indonesia dong, mas Jayus menjawab dengan tertawa lebar.

Rabu, 06 November 2013

MATA AIR CINAGREG, Impian masyarakat “Air mengalir dari hilir ke hulu”


1 
Air merupakan kebutuhan pokok dari setiap kehidupan Manusia , Mata Air di Zaman sekarang ini jarang ditemui dan bahkan nyaris langka beriring dengan bergantinya Zaman

Di Desa Ciherang Kecamatan Nagreg kabupaten Bandung Terdapat sumber Mata Air yang sangat Besar dari semenjak jaman dahulu hingga kini masih ada, tinggal perlu perhatian pemerintah dan masyarakat untuk melestarikan supaya mata air tersebut tidak punah. Nama Mata Air tersebut dikenal dengan sebutan Mata Air Cinagreg bahkan menurut sejarah nama  Daerah Nagreg kabupaten Bandung Berasal dari nama sumber Mata Air yang terletak di jalan cagak desa Ciherang.

Sumber Mata Air Cinagreg mempunyai debit Air yang sangat besar sehingga pemanfaatnya menjangkau 3 (tiga) desa, yaitu : Desa Ciherang sebagai titik Mata Air dan 2 (dua) desa, desa Ciaro Kecamatan Nagreg dan  desa Simpen kabupaten Garut sebagai Desa Pemanfaat dari Mata Air Cinagreg

Sabtu, 26 Oktober 2013

J A M B O R E..... U P K

Gambar

                 Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan merupakan program penanggulangan kemiskinan yang asal mulanya bernama Program Pengembangan Kecamatan (PPK) sejak tahun 1998 sampai dengan Tahun 2007, dan sejak tahun 2007 sampai dengan sekarang berubah nama menjadi PNPM Mandiri Perdesaan, merupakan program yang sistemnya dianggap baik dan perlu ada upaya upaya keberlanjutan dan pelembagaan sistem.

              Ada beberapa aspek yang diperlukan dalam menjamin keberlanjutan program, diantaranya adalah memperkuat partisipasi, membangun kesepakatan masyarakat, memperkuat aturan main dan pencapaian terhadap komitmen bersama (antara lain sangsi local), juga dengan memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan program berupa pameran, jambore, award dan lain-lain.

              Kehadiran adalah awal pelibatan diri dalam suatu tindakan bersama. Dalam model pengorganisasian masyarakat. Proses kehadiran perlu dimulai dengan penyebaran informasi dan sosialisasi yang tepat. Jika tidak yang terjadi adalah mobilisasi.

              Rumusan partisipasi adalah proses yang melibatkan masyarakat untuk hadir, terlibat aktif, menjadi bagian dalam pengambilan keputusan. Dalam proses ini sekalipun tidak mewadahi semua komponen, tetapi ada saluran dan mekanisme dimana semua terlibat dan mempercayakan pada pihak lain, sebagai bentuk keterwakilan.

              Sebagai pembuktian terhadap proses pemberdayaan masyarakat melalui PNPM Mandiri Perdesaan setelah sekian lama berproses, maka diperlukan suatu ajang dalam rangka menampilkan hasil-hasil kegiatan sebagai bahan evaluasi sekaligus mempertemukan dan meningkatkan tali silaturahmi diantara pelaku-pelaku PNPM MP dari mulai tingkat desa sampai dengan tingkat kabupaten yang selalu tampil dinamis menyesuaikan dengan dinamika masyarakat yang didampinginya. Dengan telah berjalannya program selama sekian tahun maka tentunya pelaku di desa dan kecamatan serta masyarakat juga mengalami perubahan. Adanya perubahan – perubahan dalam masyarakat sudah seharusnya direspon dengan baik oleh jajaran pendamping/pelaku maupun pemerintah setempat dengan meningkatkan kapasitas dan keterampilan yang mendukung fasilitasi terhadap masyarakat.

            Sesuai dengan harapan diatas maka untuk Tahun Anggaran 2013 Pemerintah Kabupaten Bandung melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) telah menganggarkan alokasi untuk penyelengaraan Jambore UPK sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan bagi pelaku PNPM MP untuk menampilkan berbagai kemajuan yang telah dicapainya termasuk suatu ajang untuk menyampaikan berbagai penghargaan atas prestasi yang telah dicapai para pelaku melalui Si Kompak Award.

            Guna mendukung target program tersebut di atas maka telah dilakukan koordinasi dan komunikasi dengan semua pihak terkait agar pelaksanaan Jambore UPK bisa berjalan baik dan lancar berikut memberi dampak positif terhadap kemajuan kegiatan maupun dari sisi program.

           Agar penyelenggaraan kegiatan Jambore UPK PNPM Mandiri Perdesaan Kabupaten Bandung kecamatan berjalan efektif maka panitia penyelenggara telah melaksanakan kegiatan sesuai dengan panduan penyelenggaraannya (Kerangka Acuan Kegiatan). Dengan menggunakan Panduan Penyelenggaraan Kegiatan jambore UPK PNPM Mandiri Perdesaan Kabupaten Bandung ini, diharapkan pengelolaan kegiatan, monitoring dan evaluasi kegiatan Jambore UPK PNPM Mandiri Perdesaan yang di Laksanakan di pangalengan ini berjalan sesuai ketentuan.

Laporan Hasil Kegiatan penyelenggaraan Jambore UPK ini disusun dengan tujuan :

  1. Menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan penyelenggaraan dan pengendalian kegiatan Jambore UPK yang akan datang
  2. Menyampaikan hasil-hasil kegiatan Jambore UPK kapada semua pihak yang terkait
  3. Membantu para pihak yang terlibat dalam kegiatan Jambore UPK untuk menyamakan persepsi, penyelenggaraan dan tujuan laporan disampaikan.

 Kegiatan Jambore UPK ini dilaksanakan dengan menggunakan desain gelar produk unggulan, visualisasi kegiatan-kegiatan PNPM MP, penyampaian hadiah/penghargaan kepada para pelaku yang berprestasi dalam Si Kompak Award Tahun 2013, penyerahan dana bergulir secara simbolis kepada kelompok-kelompok di desa Margaluyu Pangalengan, peresmian prasarana Pendidikan berupa Gedung Madrasah di desa dengan penandatanganan Prasasti, penandatangan Prasasti Gedung UPK Pangalengan dan Cimaung, dan juga dengan menggelar dialog interaktif antara pelaku PNPM MP dengan Bapak Bupati.  Kegiatan ini dimaksudkan untuk membantu para pelaku khususnya UPK dan jajarannya di masing-masing kecamatan dalam merefleksikan hasil dan kualitas pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan selama menjadi lokasi PNPM Mandiri Perdesaan dari awal sampai dengan saat ini, memberikan kesempatan untuk menampilkan produk unggulan masing-masing kecamatan sebagai hasil kegiatan PNPM MP, memberikan penghargaan bagi para pelaku yang berprestasi melalui Si Kompak Award, penyerahan bantuan program secara simbolis terhadap masyarakat (berupa dana bergulir),  dan dalam rangka meningkatkan kebersamaan dan tali silaturahmi diantara para pelaku se kabupaten

           Pelaksanaan kegiatan Jambore UPK Kabupaten Bandung yang dilaksanakan tanggal 22 Oktober 2013, telah dihadiri oleh Bupati beserta OPD-OPD terkait, muspida juga Muspika setempat besert peserta-peserta/pelaku yang terdiri dari unsur-unsur pengurus UPK, FK, FT, PJOK, BKAD, BP UPK, TPK, KPMD dan lain-lain dengan jumlah minimal 11 orang per kecamatan, atau jumlah total peserta yang hadir kurang lebih 300 orang. Pengendalian pelaksanaan dan kualitas kegiatan Jambore UPK ini pelatihan telah dilakukan oleh Satker PNPM MP Kabupaten Bandung dan Tim Fasilitator Kabupaten.

           Adapun Penanggungjawab kegiatan Jambore UPK ini adalah Tim Koordinasi Kabupaten atau Satuan Kerja PNPM Mandiri Perdesaan Kabupaten

           Kegiatan Jambore UPK ini pendanaannya berasal dari dana PAP PNPM Mandiri Perdesaan kabupaten Bandung Tahun Anggaran 2013 yang dikelola oleh Satuan Kerja PNPM MP Kabupaten Bandung.

           Anggaran pada pos tersebut digunakan untuk pembiayaan kegiatan Jambore UPK Kabupaten Bandung selama 1 hari penuh.

Pembiayaan kegiatan Jambore UPK ini sebesar Rp 51.000.000,- untuk semua kegiatan dari akomodasi sampai dengan konsumsi dan lain-lain

Demikian sekilas tentang Jambore UPK di Kabupaten Bandung, Semoga bermanfaat bagi kita semua

 

Penulis : H. Dedi Kusnadi (Faskab)

Salam KOMPAK

 

 

Kamis, 24 Oktober 2013

Pendampingan Tim Verifikasi Kelompok SPP

Gambar

- Kolektibilitas yang tinggi dari pengembalian SPP salah satu faktor penyebabnya adalah Verifikasi. Dimana terkadang terdapat salah perhitungan dalam memberikan rekomendasi untuk anggota SPP.

- Atas dasar itu, maka dalam mekanisme Verifikasi dicoba dengan mekanisme Analisa Usaha yang sederhana dari para Anggota Kelompok SPP.

Perhitungannya sebagai berikut:

Penghasilan bersih anggota / hari x 10% = Kemampuan Anggota untuk menabung / membayar

contoh:

Ibu Ani berpenghasilan rata-rata bersih per hari mencapai Rp. 50.000,-

Maka rekomendasi Verifikasi adalah sebagai berikut :

- Rp. 50.000,- x 10% = (dengan asumsi, bahwa iniadalah kemampuan anggota untuk menabung/ membayar setiap harinya)

- Nanti Rp. 50.000 tersebut tinggal dikalikan 25 atau 30, sesuai dengan data lain yang menunjang.

contoh :

Rp. 50.000,- x 25 = Rp. 125.000,- ini adalah angka maksimal Anggota untuk membayar setiap bulannya.

- dari Rp. 125.000,- tersebut nantinya untuk menentukan rekomendasi, tinggal dikalikan berapa bulan anggota tersebut akan mengangsur pinjamannya, contoh : 10 bulan atau 12 bulan, maka Rp. 125.000,- x 10 Bulan = Rp. 1.250.000 atau Rp. 125.000 x 12 bulan = Rp. 1.500.000,-

Dari metode yang digunakan tersebut memang belum bisa sempurna, namun langkah awal rekomendasi yang bagus dan akuntabel adalah kunci langkah selanjutnya. Dan dari metode inipun akhrinya dapat membiasakan UPK untuk melaksanakan Pembinaan kepada Kelompok SPP, jangan sampai terjadi kebohongan dalam pendataan penghasilan rata-rata anggota SPP.

Penulis : M. Witono P (FK Pangalengan)

Salam SIKOMPAK

 

Profile UPK “ Sauyunan “ Kecamatan Bojongsoang

1

Visi : ” Menjadi Lembaga Yang Mandiri Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Melalui Pelestarian PPK”

MISI : a). Mengembangkan Propesionalisme Sumberdaya Manusia Dalam Pengelolaan Sumberdaya Masyarakat b). Mengembangkan Demokrasi Melalui Penerapan Prinsip- prinsip Transparansi, Partisipasi, Desentralisasi,
Keberpihakan Kepada Orang Miskin, Kompetisi, Akuntabilitas dan Berkelanjutan. c). Mengembangkan Kegiatan Ekonomi Produktif dan Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat melelui Pemberian Manfaat Nyata Terutama Bagi Kelompok
Miskin dan Perempuan. d). Melestarikan Aset-aset yang Dimiliki oleh PPK.

Alamat : Jl. Cikoneng-Bojongsoang. Komp. Griya Permata Asri (GPA) Blok A1 No.09 Rt.01/13 Ds. Lengkong

Berdiri : 28 Desember 2001

Telepon/ fax : 022-91265478,022-69555585

Kecamatan Bojongsoang merupakan salah satu kecamatan penerima manfaat bantuan Program Pengembangan Kecamatan ( PPK ) di kabupaten Bandung sejak Phase I Tahun ke-III, dalam perjalanannya demi tercapainya pelestarian Program PPK berdasarkan Forum Musyawarah Antar Desa (selanjutnya disebut BKAD) terbentuklah Unit Pengelola Kegiatan (selanjutnya disebut UPK). Perjalanan UPK-“SAUYUNAN” sebagai operasional kegiatan PPK di kecamatan telah menerima bantuan program selama 4 tahun anggaran yaitu pada siklus-3, 4, 5 dan 9 pada tahun 2007 PPK disempurnakan melalui kepres dengan nama Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) walaupun sampai dengan saat ini keberadaan UPK belum diakui, kami berusaha menjalankan amanat program tersebut berdasarkan petunjuk teknis operasional dan petunjuk lembaga terkait.

Kecamatan ini terletak di arah Timur dari ibukota kabupaten dan Selatan dari arah ibukota Provinsi Jawa Barat Dapat dijangkau dengan jalan darat dari ibukota provinsi selama kurang lebih 1 jam
Kecamatan ini telah berpartisipasi dalam PPK sejak tahun 2002, dan sampai saat ini telah mendapat alokasi BLM PPK I (Siklus 3), PPK II ( Siklus 4 dan 5) , dan PPK III (Siklus 9). Memasuki TA 2007 kecamatan ini tidak berpartisipasi*) dalam PNPM Mandiri Perdesaan atau dengan sebutan lain Phase Out

Harapan UPK tersebut tentunya b u k a n s e m a t a - m a t a u n t u k m e r a u p keuntungan dari masyarakat pemanfaat kegiatan ekonomi namun perlu diketahui bahwa kami sadar bahwa dengan besaran jasa yang sekarang sedang kami kelola masih dirasakan memberatkan bagi masyarakat a p a l a g i s e b a g a i t u j u a n p r o g r a m pemberdayaan ini adalah untuk kalangan masyarakat kecil - menengah.

S e b a g a i l e m b a g a k e u a n g a n dikecamatan sampai dengan saat ini seluruh biaya Operasional UPK merupakan tanggungjawab UPK sendiri secara otomatis hanya mengharapkan dari penerimaan jasa pinjaman yang dibebankan kepada masyarakat pemanfaat, untuk itu sebagai rasa terima kasih kami kepada masyarakat kami berusaha untuk memberikan pelayanan sebaik mungkin serta berusaha untuk dapat memberikan percepatan perputaran modal usaha bagi kelompok pemanfaat. Untuk itu demi mewujudkan cita-cita tersebut kami sangat mengharapkan bantuan baik secara langsung ataupun tidak langsung khususnya kepada Pemerintah Kabupaten Bandung dan Dunia Usaha demi terwujudnya masyarakat yang sejahtera untuk menuju masyarakat mandiri.(red)

Selama periode 2001 s/d 2013 Unit Pengelola Kegiatan (UPK) ini telah mengelola dana program yang diterima dalam bentuk Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) dan disalurkan langsung kepada masyarakat untuk kegiatan pembangunan prasarana desa, kegiatan usaha ekonomi produktif (UEP) dan Simpan Pinjam Kelompok Perempuan (SPP), kegiatan pendidikan dan kegiatan kesehatan

Secara Umum kondisi Kelembagaan di UPK berjalan sesuai dengan aturan Program mulai dari terbentuknya BKAD, BP-UPK, TV Perguliran Bahkan TPP yang dilengkapi dengan berbagai SOP yang harus kami miliki sampai pada SOP Kelompok, Rakoor evaluasi 3 bulanan tetap dilaksanakan sesuai RKTL, namun ada permasalahan komitmen dalam urusan Tim Penangan Pinjaman (TPP) dikarenakan tuntutan Tim yang tidak dapat mengikuti aturan pendanaan sesuai PTO dan minimnya dana operasional yang diperoleh UPK, oleh karena itu sampai dengan saat ini Tim tersebut belum dapat berjalan.

Pendekatan kepada elit pemerintah Desa maupun Kecamatan pun sudah silaksanakan namun karena kurangnya pemahaman beliau apalagi kami sebagai UPK Phase Out belum ada pihak terkait yang mau bekerjasama dengan kami dalam menangani Asset Masyarakat ini apalagi kami dianggap sebagai program ekslusip.

Namun dengan demikian Alhamdulillah dalam kegiatan Si Kompak Award Tingkat Kabupaten Tahun 2012 kami mendapat penghargaan sebagai UPK Mandiri Phase Out dengan imbalan hadiah sebesar Rp. 750.000,- yang digunakan untuk kegiatan LPJ UPK Tahun 2013 pada bulan januari 2013 serta souvenir berupa pin untuk seluruh peserta MAD LPJ.

Demikian gambaran mengenai Profile UPK "Sauyunan" Kecamatan Bojongsoang, semoga bisa berguna sebagai bahan informasi.

Penulis : Agus Surahman Ketua UPK

Salam SIKOMPAK

Rabu, 09 Oktober 2013

Rakor Kabupaten FK/FT Bulan Oktober 2013

08 oktober 13Pada tanggal 9 Oktober 2013 rakor kabupaten di adakan di saung Balong Kecamatan Arjasari, yang dihadari oleh PJOKab, Faskab, Fastekab, Faskeu, 11 FK, 11 FT dan Asmis..

Adapun materi yang di sampaikan oleh Faskab (Dedi Kusnadi) Adalah mengenai Review RPJMDes, Identifikasi untuk desa dengan kasus yang baru atau lama maka hrs dibedakan perlakuan (PKD), LPP UPK dari semua kecamatan tidak ada yg bersih dari tunggakan, diharapkan setiap UPK untuk melakukan identifikasi. bagi UPK yang kolektibilitasnya di ats 15% Wajib di lakukan dan di bentuk tim penyehatan pinjaman..papan informasi menjadi wajib untuk dilampirkan pada setiap bulannya, tim work di masing2 kec jg harus di tingkatkan untuk menjaga kelancaran kegiatan TA 2013 dan rencana kegiatan TA 2014. Pelatihan2 yang harus sudah dilaksanakan dan agar dilengkapi dengan dokumen2'y dll.

sedangkan materi yang disampaikan oleh Faskeu (Rospita Sihombing) adalah Progree penilaian dana bLM DOK APBN Tahap 1 dan DOK Perencanaan Tahap 1, Pengajuan penilaian dana apbd yang sdh masuk, pengajuan tahap 2 yang sdh masuk, NPH yang sdh masuk, FK membuat laporan hasil identifikasi pinjaman, fk melampirkan laporan pemetaan dan penilaian kesehatan UPK di laporkan di program, masih ada kecamatan yang melakukan MAD peguliran bkn musyawarah pendanaan, penyerapan DOK perencanaan mengacu pada RKTL tahun 2013-2014 dan PMK 168, pastikan  bukti transaksi kwitansi dan laporan pel mas ada dan valid, perencanaan pendanaan keg SPP tahun 2014 mengacu pada surat dirjen pemberdayaan NO.991/1806/PMD Tangal 27 Februari 2013.

Materi yang disampaikan fastekab (Hilda Rieza Mathilda kali ini adalah untuk membuat good practices/ bed practices di minta membuat secara bergiliran antara fk,ft dan upk,  Tindak lanjut nota dinas,  dana blm tahap 1 sdh dicairkan sebesar 45% ke TPK 25%, progres dilapangan se kabupaten sdh mencapai 35% hasil supervisi lapangan, tidak di buat surat kuasa bagi suplier yang mewakilkan, sebagian besar acara pelelangan hanya dihadiri suplayer, panitia dan pelaku saja, RPD tidak menggunakan harga lelang, FK/FT yang tidak mengisi buku bimbingan TPK,   RKTL belum di tempel di kantor upk, fk/ft belum memiliki buku bimbingan, pengisian di protan yang perlu di cek TA 2012, pengisian di protan untuk dana yang belum disalurkan TA 2013.

Sedangkan Asmis (Puspa Ayu )menyampaikan tentang administrasi fk/ft, evaluasi laporan bulanan, skema protak, papan informasi, formulir cuti yang baru serta data cuti yang telah habis, rekap pelmas yang harus di lampirkan di laporan program, format pengaduan, premi asuransi tiap bulan harus dilampirkan, pembuatan website, dan email baru fk/ft.

Dan Terakhir PJOKab (Agus Ruhyana) menyampaikan tentang NPH yang belum di tanda tangani 2 kec, NPWP tetap harus di bikin. untuk kwitansi harus sesuai dengan format yang ada, DOK PL belum bisa dicairkan sebelum lengkap persyaratan, proposal pengajuan dana APBD TA 2013 sdh hrs ada, kegiatan gubernur saba desa APBD TA 2013 awal nopember.

Selanjutnya rakor ke dua akan di adakan di minggu ke 2 atau ke 3 di kecamatan ciwidey. demikian hasil rakor kali, semoga bermanfaat bagi kita semua.

SALAM Si KOMPAK

Jumat, 04 Oktober 2013

Rakor Kabupaten FK/FT Bulan September 2013

Gambar

Rapat Koordinasi FK/FT untuk bulan ini dilaksanakan selama 2 hari pada Tanggal 09 & 10 September 2013 yang dilaksanakan di Villa Bougenvile Kec. Cimaung Kab Bandung yang di hadiri oleh Faskab, Fastekab, PJOKab, 11 Fasilitator Teknik dan 11 Fasilitator Kecamatan, sedangkan Faskeu tidak hadir di karenakan ada kepentingan yang tidak bisa di tinggalkan. dan yang bertugas menjadi moderator adalah Cacang FT Ibun dan Notulensi Jimmie FT Cicalengka.

Sedangkan tanggal 24 September 2013 di laksanakan Rakor Kabupaten bertempat di aula pertemuan BPMPD Kabupaten Bandung, yang di hadiri oleh Fasilitator Kecamatan, TIM Faskab, PJOKecamatan, UPK dan masing-masing SKPD dilingkungan Kab. Bandung.

Adapun tujuan pelaksanaan Rakor Tanggal 09 dan 10 September 2013 adalah sebagai berikut:
1.) Pembahasan dan evaluasi progress pencairan dana BLM dan DOK, Pelatihan pelaku tingkat kecamatan/desa, Papan informasi, prasasti dan foto kegiatan, evaluasi laporan individu dan bulanan, persiapan audit internal TA 2013, Evaluasi tahapan Review RPJMdes dan RKPDes Ta 2013 dan rencana Review TA 2014, Program Integrasi (Faskab),

2.) Pembahasan pelaksanaan kegiatan prasarana dan pengadaan barang dan jasa terkait dengan kenaikan harga material sebagai dampak kenaikan harga BBM, Dokumen Awal Ta 2013, Kunjungan HRD dan Pusat PMD Pusat Menkokesra (Fastekab).

Sedangkan hasil Rakor pada tanggal 24 September 2013 antara lain agar segera dilakukan strategi percepatan penyerapan baik BLM maupun DK di pengajuan Tahap ke II ke KPPN, NPH harus segera diserahkan secepatnya, sesuai dengan yang dikirimkan via email, APBD bisa dicairkan sebelum tahap III, karena SK dari Bupatinya sudah turun untuk elengkapan dari APBD/DDUB. DOK PL hrs ada SK Camat tentang DOK PL. NPH nomornya pake nomor kecamatan, tanggalnya dan yang nomornya di atasnya di diberi nomor dari kabupaten. realisasi penyerapan, satker akan melaksanakan monev pada minggu ke 2 untuk membantu mempercepat penyerapan sesuai aturan. Fasilitator tidak boleh berpolitik praktis beserta pengelolaan PNPM pun juga tidak boleh, ada beberapa produk SPP harap diberikan logo UPK/PNPM sehingga menjadi bukti pendampingan dll (Satker).

Demikian laporan dari hasil perjalanan dinas fasilitator kecamatan, rapat koordinasi adalah sebuah media belajar dan pengembangan diri seorang fasilitator, selain untuk menyampaikan informasi-informasi dari tingkat yang lebih atas.

SALAM KOMPAK

 

 

 

 

 

 

 

Salam KOMPAK

Senin, 16 September 2013

Lowongan Assisten MIS Kabupaten

 

Print Friendly

PNPM Mandiri Pedesaan- Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM-Mandiri Pedesaan) Provinsi Jawa Barat

 

membutuhkan sebagai berikut:

 

ASISTEN MIS KABUPATEN BOGOR

 

Syarat-syaratnya :

 

  1. Pria/Wanita, umur 21-30 tahun
  2. Lulusan D3/S1 semua jurusan diutamakan Ilmu Komputer
  3. Memiliki pengalaman kerja relevan dibidang Komputer min 1 tahun untuk S1 & 3 tahun untuk D3
  4. Menguasai Database & Ms.Office (Word,Excel,Ms.Acces,Power Point dan Email/Internet)
  5. Menguasai Hardware Komputer
  6. Sanggup bekerja dalam Tim & ditempatkan dilokasi Kabupaten di Provinsi Jawa Barat
  7. Berpenampilan menarik,jujur dan sopan santun

 

 Lamaran dapat dikirimkan ke ;

 

PNPM MPd – RMC 3 Jawa Barat

 

Jl. Batu Permata II No. 1 Margacinta, Bandung 40287

 

Sudut  kiri ditulis : Ass. MIS

Email ; mis@jabar.ppk.or.id , ppkjabar@gmail.c

Kamis, 12 September 2013

Lowongan Kerja sebagai Fasilitator Teknik (FT) di PNPM Mandiri Perdesaan

Gambar

Mari bergabung bersama keluarga besar PNPM Mandiri Perdesaan Jawa Barat, buat kawan-kawan semua yang mau daftar. buruan kirim lamaran'y paling lambat 12 oktober 2013..  jangan sampai terlambat

Salam KOMPAK

Senin, 26 Agustus 2013

Rakor Kabupaten FK/FT Bulan Agustus 2013

Gambar

Bandung 20 Agustus 2013, Rakor Kabupaten FK/FT diadakan di Rumah Makan Resto. beralamat di  Soreang Kabupaten Bandung yang kali ini dihadari oleh PJOKab Bpk Agus Ruhyana, RMC Bpk Gus Yasin, serta Faskab, Fastekab, Faskeu, 11 Fasilitator Kecamatan (FK), 11 Fasilitator Teknik (FT), 2 Assisten FK. dan Asmis.

Karena masih dalam suasana Lebaran, para narasumber dan peserta pun mengucapakan mohon maaf lahir dan bathin. Begitu kental suasana kompak dan kekeluargaanya antara satu dengan yang lainnya.

Rakor kali ini Faskab menyampaikan tentang : 1. Penggunaan DOK BLM, 2. Peruntukan untuk audit silang, 3. Peruntukan untuk Rapat Kerja Teknis, 4. Peruntukan untuk MAD Khusus, 5. Membuat Rencana Kerja di mana FK/FT wajib membuat RKTL,  6. Upaya kondisi lapangan harus kondusif, membahas secara optimal sangsi lokal, rata2 pengembalian 95%. 7. Dalam pelaksanaan 2013 memaksimalkan tim monitoring, PML dan lain sebagainya.

Sedangkan Faskeu kali ini dalam rakornya menyampaikan tentang : 1. Realisasi pencairan dana, 2. Masih tertinggal papan informasi agar FK/FT selalu mengupdate tiap bulannya, 3. Harus tertib administrasi dalam anggaran pencairan tahap 2 APBN dan APBD. 4. Tunggakan SPP untuk Kab. Bandung yang mencapai 1 M, 5. Banyak aduan dari masyarakat terutama camat, 6. FK Untuk memeriksa lapbul secara berkala agar  buku kas/ bank di periksa setiap hari setiap ada transaksi dan lain sebagainya.

Dan Fastekab dalam rakornya menyampaikan : 1. Hasil supervisi monitoring kecamatan, 2. Progres Protan agar selalu di cek laporan akhir pada kegiatan TA 2012, 3. Menyampaikan tentang isi dokumen lelang, 4.  Pengadaan barang dan jasa, 5. Notisi penemuan BPKP, 6. Trial pelaksanaan kegiatan dan lain sebagainya..

Tak kalah menariknya lagi yang disampaikan oleh Pa Gus Yasin dari RMC, dari peserta yang tadinya mengantuk menjadi segar kembali karena rakor yang di sampaikan nya di selingin permainan yang cukup menghibur, dan pa Yasin pun menyampaikan dalam rakornya tentang 1. Transparansi dalam mempublikasikan PNPM sehingga meminimalisir adanya penyelewangan 2.Belum tertibnya MDST dan lain sebagainya..

Rakor pun selesai jam 3 sore, dan besoknya tanggal 21 Agustus 2013 dilanjut dengan Rakor Kabupaten ke 2 yang di adakan di Kantor BPMPD yang beralamat di Soreang Kab. Bandung.

Salam KOMPAK

Senin, 19 Agustus 2013

Dirgahayu Republik Indonesia Ke- 68

Gambar

Negeri ini adalah negeri yang sangat elok, penuh warna dan keindahan, negeri ini adalah negeri yang sangat makmur, tanah tumpah darahku yang mulia.

Sebagai bangsa yang merdeka, sudahkah kita sepenuhnya merdeka, jangan sekali kali melupakan sejarah karena dari masa lalu kira belajar, dari masa lalu kita punya bekal untuk melangkah ke depan.

JAYALAH NEGERI KU. DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE - 68!

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H

Gambar

Kadang Sikap, perkataan, hati dan perasaan membuat kesalahan baik di sadari maupun tidak. di hari yang fitri ini adalah hari yang sangat baik untuk saling memaafkan. keluarga besar PNPM Mandiri Perdesaan Kabupaten Bandung Mengucapkan Minal Aidin Wal Faidin, Mohon Maaf Lahir dan Bathin, Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H.